Salam Satu Aspal, Salam satu Jiwa, Salam Satu Aspal

Ochid Batavia

Networking Engginer Professional Web Developer Teknical Support

About me

Hello

I'mOchid Batavia

Website Developer and Networking Engginer

Salam Satu Aspal, Salam Satu Jiwa, Salam Persaudaraan. Nama gw Ochid. Muali dari Tahun 1998 saya kenal Dunia cyber dan mulai Nge Blog. Sampai saat ini gw menekuni bagian dari dunia IT yaitu membuat Website dan tenisi jaringan. Bagi yang membutuhkan bantuan, sharing dan berbagi ilmu silahkan hubungi saya melalui kontak yang ada. Hobi gw sampai saaat ini masih Turing Menggunakan Motor yang bahasa kerennya BIKERS. Sejak tahun 2010 sampai sekarang masih tergabung dalam komunitas motor SGC 86 Motorcycle Brotherhood.

experience

Asisten Manager LPIA

2008-2009

Berawaldari staf komputer di LPIA dalam waktu 1 tahun dipercaya memegang Cabang LPIA Sebagai Asisten Manager Cabang oleh Kantor Pusat LPIA.

IT Support

2009-2014

Selama 3 tahun mengabdi di PT Indocater yang merupakan salah satu perusahaan Catering dari salah satu anak perusahaan Media Group

Networing Engginer

2014-Now

Sejak tahun 2014 sampai saat ini masih bergabung di IT Departement Corporate Sentra Medika Group yang ditempatkan di PT. Harapan Bunda Sejahtera

Manager Production

2010-Now

Sejak Tahun 2010 sampai saat ini dipercaya sebagai Manager Production Di Artis Management Artpro Entertainment

service

Easily Customised

Saya membuat Website, system Jaringan, dan Software System yang mudah di custome.

MODERN DESIGN

Dengan Design yang moderen sehingga tetap mengikuti design dan tren masa kini

User Friendly

Sangat mudah dipelajari dan dipahami dan saya pun memberikan pengajaran dan pendampingan kepada client agar dapat mengolah sendiri.

RESPONSIVE DEVELOPMENT

Design yang saya buat dapat berjalan di semua tipe perangkat, sehingga tidak membutuhkan persiapan perangkat tertentu.

USER EXPERIENCE

Akan memberikan pengalaman dan pengetahuan yang baru kepada client secara gamblang terhadap system yang dipesannya.

Lovely Design

Ketika client sudah memahami dalm pengggunaan serta pengembangnya maka system saya sangat disukai

3000

LINES OF CODE

50

COFFEE CUPS

324

BOOKS

1234

GIFTS

Portfolio

Tampilkan postingan dengan label Wikileaks. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wikileaks. Tampilkan semua postingan

Wikileaks

Wikileaks sedang hot2nya dibahas oleh media seluruh dunia. Tapi saya tidak akan bahas terlalu banyak tentang Wikileaks. Saya lebih fokus kepada dampak dan akibat dari kontroversi ini. Saat ini kita hanya bisa menduga – duga efek dahsyat dari situs whistle blower itu. Apapun motivasi Julian Paul Assange dibalik pendirian Wikileaks, yang jelas sudah memberikan shock therapy kepada negara2 yang informasi rahasianya muncul di Wikileaks. Akibatnya…?? Hahaha…, sama dengan whistle blower Indonesia. Hanya saja dengan skala yang lebih besar (dunia).

Sejarah Singkat Wikileaks

Wikileaks.org didirikan pada tahun 2006 oleh Julian Paul Assange yang notabenenya adalah seorang aktivis internet dan seorang jurnalis Australia. Julian terpanggil untuk memberikan informasi kepada public tentang ketidakadilan, kesewenang-wenangan, korupsi dan penindasan yang selama ini ditutup-tutupi oleh para penguasa di dunia ini. Motivasinya adalah meningkatkan transparansi di dunia dan mengungkapkan keberanan yang nyata.

Wikileaks berdiri independen tanpa rasa takut namun didukung oleh banyak pihak. Dengan struktur keanggotaan global yang memiliki dedikasi tinggi terhadap pers bebas. Bahkan pada Juni 2009 Wikileaks memiliki 1200 orang relawan dengan 9 orang penasehat termasuk di dalamnya Julian. Mereka mengumpulkan bukti dan mempublikasikannya ke publik. Mereka mengatakan kebenaran berdasarkan fakta – fakta bukan opini.

Datangnya Bencana…

Kenapa saya bilang bencana? Bukankah itu bagus? Lanjut dulu bacanya agar paham maksud tulisan saya ini. —>> Pada tahun 2010 dunia terguncang oleh bocoran Wikileaks. Sekitar 90 ribu catatan rahasia laporan intelijen Amerika Serikat tentang perang Afganistan dipublikasikan di situs Wikileaks. Kemudian disusul dengan penayangan sebuah video tentara Amerika yang terbang dengan helicopter Apache di atas Bagdad pada 12 Juli 2007 yang memborbardir sekelompok orang di darat. Sekelompok masyarakat sipil kehilangan nyawa termasuk 2 orang anak2 dan 2 orang wartawan Reuters. Sadisnya mereka menembak sambil tertawa.

Masyarakat international tercengang akan informasi itu. Memunculkan banyak opini dan reaksi. Termasuk salah satunya saya dengan menulis artikel ini. Dan mungkin anda termasuk di antaranya.  Reaksi keras bermunculan satu per satu. Mulai dari hosting tempat Wikileaks terdaftar yaitu EveryDNS.net, menutup akun Wikileaks.

Menyusul reaksi dari Visa dan MasterCard yang menutup akun Wikileaks serta Julian dkk. PayPal pun tak ketinggalan untuk urusan pemblokiran ini. Situs pembayaran online tersebut menutup akun Wikileaks dari daftar member mereka. Tapi sekali lagi, keteguhan Wikileaks untuk memberikan informasi transparan kepada public tak tergoyahkan. Julian dkk tidak kehabisan akal dengan menciptakan situs kloningan sebanyak 300 lebih yang bisa diakses dari seluruh dunia. Semua situs tersebut memiliki direct link ke situs Wikileaks.org untuk mengantisipasi serangan hacker. Tekanan demi tekanan bermunculan untuk menangkap Julian dan memberangus Wikileaks.

Analisa Dampak dan Akibatnya

Sekarang kita masuk ke ranah politik dan bisnis. 2 hal inilah yang mempengaruhi semua reaksi yang muncul.

Pada tanggal 07 Desember 2010 Julian ditangkap oleh kepolisian Inggris (London) sebagai tindak lanjut dikeluarkannya surat penangkapan oleh pemerintah Swedia atas tuduhan pemerkosaan. Julian ditahan di penjara menunggu diekstradisi ke Swedia. Sidang ekstradisi akan dilaksakan tanggal 14 Desember 2010. Benarkah tuduhan itu ?? Di bawah ini analisa saya :

    * Orang seperti Julian takkan kesulitan jika dia memang membutuhkan (maaf) pelacur atau wanita sekelas model pun menjadi teman kencannya. Bisa saja itu benar2 terjadi. Tapi terjadi atas sebuah skenario politik untuk menangkap Julian. Well… kita ikuti saja perkembangan sidangnya nanti.
    * Situs2 besar seperti Visa dan MasterCard maupun PayPal menutup akun Wikileaks. Sudah bisa ditebak tentunya. Untuk kasus besar seperti ini hal ini boleh dikatakan lumrah. Jangankan pemilik dan management semua perusahaan di atas, jika saya jadi pemilik salah satu perusahaan tersebut pasti menutup akun Wikileaks serta Julian dkk. Kenapa? Jelas sekali hal ini berdampak besar kepada perusahaan2 tersebut. Lho, kok bisa? Tekanan2 yang datang  akan mengganggu jalannya roda perusahaan. Terutama dari pemerintah Amerika Serikat sebagai negara yang paling banyak dokumennya dibocorkan oleh Wikileaks. Saya pasti tidak mau perusaahaan rugi karena tekanan itu. Operasional yang terganggu membuat customer saya menjauh.
    * Rusia sebagai negara musuh Amerika mendukung penuh Wikileaks. Putin mengatakan bahwa kebebasan pers dan transparansi informasi. Wow… ada apa ini? Mengingat bahwa Rusia adalah salah satu negara terkorup di dunia. Lebih buruk dari Indonesia peringkatnya. Mungkin kita masih ingat tentang kasus pembunuhan seorang jurnalis dan aktivis HAM di apartemennya. Wanita Rusia itu ditemukan tewas di dalam lift akibat tembakan. Hahaha… saya tertawa atas reaksi yang satu ini. Sangat kental sekali azas manfaatnya. Apapun itu, Rusia mendapatkan keuntungan dari fenomena ini.

Wikileaks Indonesia

Pemakai kartu kredit Visa dan MasterCard siap2 mengalami gangguan serangan hacker yang mendukung Wikileaks. Bisa2 masalah besar terjadi karena tagihan membengkak padahal tidak pernah belanja. Begitu juga dengan pengguna PayPal di Indonesia yang didominasi oleh para Internet Marketer atau pebisnis online. Saran saya, segera tarik dana PayPal anda sekarang juga sampai situasi dingin kembali. Untuk antisipasi serangan hacker terhadap PayPal. Sedikit banyak pasti mengganggu tentunya.

Di internal Wikileaks sendiri juga mengalami konflik. Beberapa mantan awak Wikileaks berbeda pendapat dengan Julian tentang mekanisme penerbitan dokumen. Para mantan leaks ini mendirikan situs tandingan yaitu OpenLeaks.org. Bedanya kalau di Wikileaks menerapkan seleksi ketat sedangkan di OpenLeaks lebih longgar dan terorganisir berdasarkan jenis rahasia yang ingin dipublikasikan.

Nah di Indonesia tak ketinggalan juga atas fenomena ini. Ntah itu ikut2an atau karena merasa terpanggil juga seperti Julian, IndoLeaks.org pun mempublikasikan dokumen2 rahasia Indonesia. Baik itu informasi yang masih menjadi polemik maupun yang masih sering muncul di media. Dari saya, two thumbs up buat IndoLeaks. Semoga berkontribusi buat bangsa kita.

Demikian ulasan saya menyikapi fenomena Wikileaks. Mohon di koreksi jika ada yang salah atau ditambahkan jika ada yang kurang.

Dokumen Rahasia Terkait Indonesia di Wikileaks

Wikileaks sedang jadi perbincangan hangat. Situs yang mendedikasikan dirinya sebagai "ember" itu, lagi-lagi, merilis sejumlah dokumen rahasia. Kali ini, wikileaks.org mempublikasikan dokumen-dokumen kawat diplomatik yang bersumber dari 274 kedutaan besar Amerika Serikat di berbagai belahan dunia, termasuk dari Departemen Luar Negeri AS. Jumlah dokumennya ada 251,287 buah dan, hingga hari ini, yang dirilis belum sampai 300 dokumen.
Dalam pernyataannya di situsnya, Wikileaks mengaku sengaja mencicil publikasi dokumen itu, agar masing-masing tema mendapat perhatian publik yang memadai. Bila dilepas sekaligus, rahasia negara yang penting bisa terlewatkan dari perhatian.
[Klik juga: Tentang Wikileaks]
[Lihat: Berita seputar Wikileaks di Yahoo! Indonesia]
Sejak Wikileaks merilis kawat-kawat rahasia itu, media sedunia berpesta pora memberitakannya. Berita-berita seksi bertaburan. Misalnya soal Belanda yang menyimpan nuklir titipan Amerika Serikat; Raja Arab Saudi meminta AS menyerang Iran; pendapat dan prediksi negarawan senior Singapura Lee Kwan Yew tentang Korea dan masa depannya; dan lain-lain. Tak kurang Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton kebakaran jenggot (meski tentu ia tak berjenggot), dan mengecam pembocoran dokumen-dokumen itu.
Julian Assange, pendiri Wikileaks, juga mulai diincar. Sebelum ini, dia pernah dicoba dijerat dengan tuduhan asusila. Itu tak membuat Wikileaks goyah. Yang membuat situs itu goyah justru adalah serangan maya ke server mereka. "Serangan DDOS kini melebihi 10 gigabit per detik," demikian pernyataan Wikileaks di Twitter, Selasa (30/11) malam waktu Jakarta.
Serangan DDOS (distributed denial of service) adalah ketika server Wikileaks dibanjiri trafik dari berbagai arah, yang bertujuan menghabiskan sumber daya server sehingga situs Wikileaks tak bisa diakses. Siapa pelakunya, wah, tak jelas.
Nah, lalu apakah ada dokumen rahasia terkait Indonesia yang dirilis Wikileaks? Jawabannya: ada. Kawat diplomatik yang berasal dari Kedutaan Besar AS di Jakarta jumlahnya total ada 3059 buah. Dokumen aman alias tak rahasia jumlahnya ada 1510 buah. Sisanya adalah dokumen rahasia, dengan kategori "confidential" 1451 buah, dan kategori "secret" ada 98 buah.
Sejauh ini, dokumen yang menyebut Indonesia barulah yang "menyerempet" saja. Salah satunya adalah dokumen tentang seorang direktur di Departemen Pertahanan AS yang bertemu dengan asisten Menteri Luar Negeri AS, membicarakan situasi pascakunjungan Hillary Clinton ke Jakarta, 2009 lalu. Clinton sempat mengatakan AS mempertimbangkan menyediakan "payung pertahanan" bagi negara-negara Arab moderat untuk menghadapi nuklir Iran.
Dalam dokumen yang berasal dari Kedutaan Besar AS di Tel Aviv itu, berklasifikasi "secret", bertanggal 30 Juli 2009, pejabat Dephan AS agaknya sedikit mempermasalahkan pernyataan Hillary Clinton di Jakarta itu. Asisten Clinton lalu meluruskan, bahwa pernyataan bosnya bukan mengindikasikan perubahan kebijakan soal menghadapi Iran. Asisten itu juga menyalahkan para jurnalis peliput yang dianggap melebih-lebihkan pernyataan Clinton.
Nah, lalu kapan ribuan dokumen dari Kedutaan Besar AS di Jakarta dibuka, dan apa isinya? Mari kita tunggu cicilan dokumen dari Wikileaks.
[Pantau berita terkini, dari berbagai media, seputar dokumen bocoran Wikileaks]
Dodi IR

Dodi Ibnu Rusydi, editor dan produser halaman depan Yahoo! Indonesia.
Email: redaksi[at]yahoo-inc[dot]com

WikiLeaks: AS Andalkan Blogger Indonesia


Seorang pengguna internet terlihat mengunjungi laman Facebook
VIVAnews - Kedutaan Besar Amerika Serikat  di Jakarta mengandalkan laman-laman sosial media dan para blogger lokal untuk mempromosikan kepentingan Washington di Indonesia. Bagi AS, komunitas internet Indonesia terus tumbuh dan telah menjadi "kekuatan politik yang kuat bagi reformasi."
Demikian salah satu memo diplomatik Kedubes AS di Jakarta. Laporan untuk Departemen Luar Negeri AS di Washington itu bocor ke pengelola laman WikiLeaks dan dimuat di laman harian The Guardian, Selasa 18 Januari 2011.
Dalam laporan itu, Kedubes AS ingin mengajukan anggaran sesegera mungkin untuk mendanai promosi kunjungan Presiden Barack Obama ke Indonesia melalui perangkat jaringan sosial dan media baru. Kunjungan Obama saat itu dijadwalkan akhir Maret 2010, yang akhirnya ditunda menjadi November 2010.
Dalam memo itu, Kedubes di Jakarta melaporkan bahwa mereka sudah menjadi kantor misi diplomatik AS yang memiliki jumlah penggemar paling besar di laman Facebook. Saat itu, jumlah fans Kedubes AS di Facebook sudah mencapai hampir 50.000.
Kedubes di Jakarta juga mengklaim sebagai salah satu kantor diplomatik AS yang terdepan dalam menggunakan Twitter, YouTube, dan melibatkan para bloger lokal untuk mempromosikan pesan-pesan dan informasi pemerintah AS. "Posisi unik itulah yang kami manfaatkan untuk menyampaikan topik-topik dan tema-tema penting untuk mendukung kunjungan Presiden Obama," demikian laporan Kedubes AS.
Maka, saat itu, Kedubes AS meminta anggaran US$100.000 untuk mengoptimalkan aktivitas mereka di laman-laman jejaring sosial, seperti mendongkrak jumlah fans menjadi satu juta orang, dan ini bisa disanggupi dalam jangka 30 hari.
Kedubes AS di Jakarta, menurut memo yang bocor itu, menilai bahwa komunitas internet di Indonesia terus berkembang, bahkan baru-baru ini telah menjadi kekuatan politik yang kuat bagi reformasi di negeri itu. "Sekitar 10 persen dari total populasi mampu memiliki akses internet, setidaknya setiap bulan. Ini mewakili  lebih dari 25 juta orang, hampir setengah dari mereka terhubung di Facebook," tulis memo itu.
Indonesia diakui sebagai pasar ketujuh terbesar di Facebook dan ini terus berkembang. Memo tersebut juga menjabarkan bagaimana Kedubes AS di Jakarta menerapkan cara-cara untuk mempromosikan kunjungan Obama saat itu. (umi)

Country Of Viewer

free counters

networkedblogs

Popular Posts

testimonial

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Larry Page

CEO of Google

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Steve Jobs

CEO of apple

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Mark Zuckerberg

CEO of facebook

Ochid Batavia
+62-812 1250 2007
Jakarta, Indonesia

SEND ME A MESSAGE

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *